Masker wajah dengan sinyal fluoresens juga dapat digunakan di bandara dan rumah sakit untuk mendeteksi mereka yang terinfeksi secara lebih efektif.
“Anda atau saya bisa menggunakannya dalam perjalanan ke dan dari tempat kerja. Rumah sakit bisa menggunakannya untuk pasien ketika mereka masuk atau menunggu di ruang tunggu sebagai pra-deteksi siapa yang terinfeksi,” lanjutnya.
Tujuan Collins adalah memulai pembuatan masker untuk distribusi publik pada akhir musim panas. Tetapi sekarang, tim dibatasi oleh waktu dan tim yang relatif sedikit. Mereka terkendala oleh jumlah orang yang diizinkan untuk bekerja di lab karena peraturan jarak sosial (social distancing) yang ditetapkan.
Saat ini tes usap hidung (Swab tes) digunakan untuk pengujian COVID-19 untuk menentukan apakah seseorang telah terinfeksi virus corona. Bagi mereka yang telah mengalaminya atau menyaksikan bagaimana pemeriksaan ini dilakukan, mereka akan berpikir kalau prosesnya menyakitkan, dan sangat tidak nyaman.
(Helmi Ade Saputra)