Jaga jarak dan pastikan mereka aman
Menjaga jarak tidak melulu bisa menjadi tolak ukur yang praktis dan cermat. Co-Director Harvard National Preparedness Leadership Initiative, Leonard Marcus mengatakan bertanya tentang kondisi kesehatan teman maupun orang yang ada di dekat Anda sangatlah penting.
Marcus mengimbau seseorang melakukan pembatasan interaksi dengan orang yang sakit atau sudah terpapar penyakit. Oleh sebab itu pastikan dengan baik kondisi kesehatan mereka ketika Anda datang menuju tempat-tempat umum yang berisi orang-orang asing.
Hindari berkumpul
Menunda pesta ulang tahun, baby shower atau melakukan tur merupakan hal yang baik untuk mencegah penyebaran virus korona COVID-19.
“Ini adalah pandemi yang belum pernah terjadi sebelumnya. Dan saya pikir masyarakat harus melakukan reaksi pada apa yang belum pernah terjadi sebelumnya,” terang Michos.
Michos pun menyamakan pandemi COVID-19 dengan wabah masa lalu yakni flu Spanyol yang sempat menghancurkan dunia pada 1918. Untungnya saat ini kecanggihan teknologi seperti Skype, Zoom, FaceTime, Instagram, Twitter dan SMS masih mampu membuat seseorang berkomunikasi satu dengan lainnya.
“Untungnya tidak seperti epidemic 1918, kami sebenarnya memiliki teknologi. Jadi seseora bisa tetap berhubungan dengan orang-orang dengan cara tersebut,” tuntasnya.
Jauhi fasilitas kesehatan, kecuali Anda benar-benar sakit
Associate Director of Cardiology di Johns Hopkins University, Erin D Michos mengatakan mengimbau para pasien untuk melakukan pemeriksaan secara virtual.
“Orang sehat tidak boleh datang dengan prosedur elektif apapun saat ini. Jika mereka tidak sakit, dan hanya ingin memeriksa tekanan darah atau laboratorium, maka bisa menggunakan ke metode tele-medicine. Saya pikir semuanya harus ditunda kecuali jika kondisinya sedang kritis,” terang Michos.
(Helmi Ade Saputra)