CRAZY Rich Indonesia berlomba-lomba untuk mengumpulkan donasi untuk menanggulangi virus corona COVID-19 di Indonesia. Dari mulai bos makeup hingga merek cokelat ternama, masing-masing berinisiasi berbagi kebaikan saat Ramadhan.
Beragam donasi mereka sumbangkan untuk masyarakat yang terdampak corona COVID-19, maupun tenaga medis yang berada di garda depan. Tak sendiri, mereka juga menularkan sifat kedermawanannya itu kepada masyarakat luas.
Siapakah Crazy Rich Indonesia yang dimaksud? Berikut Okezone beberkan rangkumannya, seperti ditulis Sabtu (9/5/2020).
Bos makeup halal Indonesia sumbang Rp40 miliar
Berbagi kebaikan di bulan Ramadhan akan menambah pahala seseorang yang berpuasa. Bos Paragon Technology and Innovation, Salman Subakat pun mengajak semua orang untuk melakukannya, terutama dalam menangani pandemi corona COVID-19 di Indonesia.
Subakat mengatakan, bulan Ramadhan kali ini umat muslim Indonesia menjalankan ibadah puasa dengan suasana yang berbeda, di tengah pandemi COVID-19.
"Semangat beribadah walau di rumah saja, tidak mengurangi niat umat muslim untuk terus berbuat kebaikan," katanya.
Menindaklanjuti donasi alat kesehatan kepada sejumlah rumah sakit yang sudah dilakukan sejak awal Maret, Subakat melanjutkan inisiasinya untuk berbagi. Sebelumnya Crazy Rich Indonesia ini donasi corona sebesar Rp40 miliar.
Ia telah mendistribusikan bantuan alat kesehatan dan alat pelindung diri (APD) ke rumah sakit di Indonesia. Alkes dan APD itu diserahkan ke sekira 130 rumah sakit yang tersebar di beberapa provinsi di Indonesia untuk penanggulangan COVID-19.
Subakat mengatakan, kebaikan sejati tidak cukup dilakukan satu kali saja. Kebaikan adalah sebuah proses yang dilakukan secara berkelanjutan sepanjang hidup.
"Kami berkeinginan untuk mengajak semua pihak untuk mengambil bagian dalam penanggulangan pandemi COVID-19 yang sedang terjadi di Indonesia," katanya.
Bantuan bagi tenaga kesehatan sebagai garda terdepan penanggulangan COVID-19, sebut Salman, menjadi penting bagi penanggulangan corona COVID-19. Di DKI Jakarta saja, dibutuhkan setidaknya 1.000 APD setiap hari.
Ketersediaan APD seperti baju hazmat sangat penting untuk tenaga medis. Selain membuat semua pasien dapat dirawat dengan baik, tenaga medis juga harus diperhatikan sisi keamanan dan kesehatannya.
"Kami optimistis semangat kebaikan ini bisa berdampak positif secara masif. Utamanya pada keberlangsungan hidup masyarakat yang paling terdampak di tengah pandemi ini," papar Salman menutup keterangan resminya yang diterima Okezone.
Berbagi paket buka puasa untuk tenaga medis corona
Selanjutnya, perusahaan merek cokelat ternama di Indonesia juga ikut memperhatikan tenaga medis yang berjuang di garda depan COVID-19. Bukan donasi APD seperti yang dilakukan oleh orang lain, tapi apresiasi tersebut berupa Food Box yang berisi 9.000 paket buka puasa, disebar di tiga rumah sakit Jakarta.
Direktur Mondelez Indonesia Pratitis Adi Nugraha mengatakan, berbagi dan membantu sesama, nyatanya sudah menjadi kebiasaan bagi orang Indonesia karena sejalan dengan nilai-nilai budaya yang ada di tanah air.
"Contohnya, di tengah situasi pandemi COVID-19 seperti sekarang ini, banyak sekali masyarakat Indonesia yang berinisiatif menggalang dana untuk disalurkan kepada yang membutuhkan. Termasuk yang ditujukan kepada mereka yang berjuang di garda terdepan," katanya.
CEO dan Co-Founder Kitabisa Alfatih Timur menambahkan, banyak sekali orang berlomba-lomba untuk berbagi kebaikan saat Ramadhan. Khususnya dalam penanggulangan wabah corona COVID-19.
“Kami mendukung penuh ajakan kerja sama seperti ini. Diharapkan juga dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat Indonesia agar turut mengapresiasi pejuang Covid-19 di garda terdepan," kata Alfatih.
Sudah Rp52 Miliar digelontorkan Dato Sri Tahir untuk penanganan corona
Sekira Maret lalu, Tahir memberikan bantuan gelombang pertama sebesar Rp52 miliar untuk melawan virus corona COVID-19 yang menjadi pandemi.
"Bantuan ini akan kami salurkan kepada warga DKI Jakarta melalui Masjid Istiqlal sekitar Rp22 miliar, Jawa Barat sekitar Rp10 miliar, Jawa Tengah sekitar Rp10 miliar, dan Jawa Timur sekitar Rp10 miliar," kata Pendiri Tahir Foundation, Dato Sri Tahir, dalam keterangan tertulisnya, beberapa waktu lalu.
Adapun bantuan tersebut 70% dalam bentuk tunai atau voucher belanja dan sisanya dalam bentuk alat-alat kesehatan untuk melawan Covid-19, seperti masker, infrared thermometer, dan hand sanitizer, dan juga dalam bentuk makanan dan minuman.
Bantuan untuk warga DKI Jakarta sekira Rp22 miliar sebagian telah diberikan ke Kementerian Sosial pada Selasa 24 Maret 2020, dalam bentuk cash atau voucher belanja dengan total nilai Rp2 miliar.
"Bantuan tersebut kami serahkan kepada Menteri Sosial RI yang dalam hal ini diwakili Bapak M Syafii Nasution, selaku Direktur Perlindungan Sosial Korban Bencana Alam," katanya.
(Martin Bagya Kertiyasa)