Sementara menurut laporan Mocco, pasien COVID-19 yang terkena stroke usianya 15 tahun lebih muda dari pasien stroke pada umumnya. Mereka juga tidak memiliki faktor risiko, meski pada dasarnya masalah kesehatan ini lebih cenderung menyerang kaum pria.
Selidik punya selidik, NEJM telah mencatat bahwa kasus stroke pada pasien COVID-19 pertama kali ditemukan dari daerah asal virus corona yakni, Wuhan, China.
Disebutkan 5% dari jumlah pasien positif corona yang dilarikan ke rumah sakit mengalami stroke. Pasien termuda dilaporkan berusia 55 tahun.
Terkait hal ini, Mayo Clinic menjelaskan bahwa stroke merupakan kondisi saat suplai darah ke otak mengalami gangguan atau berkurang. Akibatnya, oksigen yang mengalir ke otak akan tertahan dan membuar sel di dalam otak mati.
(Helmi Ade Saputra)