RAMADHAN tahun ini dijalani umat Muslim di tengah situasi pandemi virus corona COVID-19. Bisa saja Anda akan menghadapi double tantangan selama berpuasa.
Karenanya Anda harus tetap menunaikan ibadah puasa, sekaligus menjaga imunitas tubuh tetap optimal agar tidak terinfeksi COVID-19. Selain menjaga pola makan dengan baik dan benar, olahraga juga jadi hal yang wajib dilakukan demi menjaga kesehatan.
Berpuasa seharian, sekira 12 hingga 13 jam lamanya bukan jadi alasan untuk kita absen berolahraga. Dengan mengetahui trik yang tepat, olahraga di bulan puasa tetap bisa dijalani dengan menyenangkan tanpa membuat tubuh jadi dehidrasi dan lemas tidak berenergi.
Lalu seperti apa cara berolahraga yang tepat saat berpuasa di bulan Ramadhan? Berikut empat ulasan tips singkat yang dipaparkan oleh dr Reisa Broto Asmoro dalam acara “Inspiring Ramadan Fresh and Healthy Bersama CIMB Niaga Syariah”, lewat tayangan Instagram Live Okezone, Rabu 6 Mei 2020.
Jenis olahraga
Saat sedang berpuasa, Dokter Reisa menjelaskan tidak disarankan untuk memilih tipe olahraga yang gerakannya atau intensitasnya berat. Mengingat tubuh tidak makan dan minum seharian, pilih jenis olahraga dengan intensitas ringan hingga sedang. Jika memaksakan pilih olahraga yang intensitasnya berat. Tubuh jadi butuh waktu untuk pemulihan, nah waktu recovery ini adalah masa rentan tubuh bisa tertular infeksi.
Waktu
Hindari berolahraga di siang hari karena bisa membuat tubuh jadi dehidrasi, alias kekurangan cairan. Untuk berolahraga saat puasa, ada dua pilihan waktu yang bisa dipilih. Pertama sesaat sebelum buka puasa (untuk yang tidak punya masalah gangguang kesehatan), atau di malam hari setelah berbuka puasa, dengan catatan beri jarak 45 menit setelah makan berat. Setelah itu baru boleh berolahraga.
Perhatikan riwayat kesehatan
Memperhatikan riwayat kesehatan di sini maksudnya, bagi yang tidak mempunyai masalah kesehatan, berolahraga sesaat sebelum buka puasa boleh saja dilakukan. Tapi jika punya gangguan kesehatan lambung, atau darah tinggi tidak disarankan karena dikhawatirkan malah bisa memicu pingsan atau metabolisme tubuh menjadi tidak baik.
Durasi
Dalam satu minggu, olahraga bisa dilakukan tiga sampai lima kali. Masing-masing durasinya cukup selama 15 sampai 30 menit saja.
(Dewi Kurniasari)