Selama pandemi virus corona COVID-19, masyarakat dunia diimbau untuk menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah. Meski demikian, masih banyak masyarakat yang belum sadar untuk menggunakan masker.
Psikolog dan Profesor Ilmu Psikiatri dan Ilmu Perilaku di Northwestern University Feinberg School of Medicine, Jacqueline Gollan cara termudah untuk mengendalikan penyebaran COVID-19 adalah dengan mengenakan masker wajah.
“Mereka meremehkan ancaman itu (COVID-19). Itu tidak konkret, itu abstrak. Dan pencegahan adalah hal yang sulit untuk diukur,” terang Gollan, sebagaimana dilansir dari NBC News, Rabu (6/5/2020).
Setelah hampir dua bulan karantina, banyak orang menderita dan mengalami kelelahan mental. Orang akan terus-menerus menghitung keuntungan dan kerugian dari melakukan hal sehari-hari. Contohnya seperti pergi ke toko kelontong dan tidak mengenakan masker.
Penolakan untuk mengenakan masker telah terjadi di berbagai kota dan negara bagian. Diduga aksi tersebut terkait dengan kematian petugas keamanan keamanan, pria berusia 43 tahun bernama, Calvin Munerlyn ditembak mati setelah ia melarang masuk pelanggan di Flint, Michigan karena tidak mengenakan masker.
Kematian Munerlyn mendapatkan sorotan dari orang-orang yang tugasnya menegakkan peraturan yang dianggap salah bagi sebagian orang. Hal ini diungkapkan oleh Profesor Komunikasi di Michigan State University, Elizabeth Dorrance Hall.
"Secara umum, orang tidak suka diberitahu apa yang harus mereka lakukan. Reaksi mereka ketika diberi tahu apa yang harus dilakukan, berbeda-beda," kata Dorrance Hall.
Misalnya, jika seseorang diberitahu untuk tidak makan kue di pesta ulang tahun, mereka mungkin berusaha untuk mendapatkan kebebasan mereka secara langsung dengan melakukan tindakan terlarang.