Sudah 14 Kali Mutasi, Virus Corona di Amerika Beda dengan China

Muhammad Sukardi, Jurnalis
Rabu 06 Mei 2020 08:52 WIB
Ilustrasi. (Foto: Okezone)
Share :

Jenis yang lebih agresif dan mematikan ditemukan kebanyakan pada tahap awal wabah di Wuhan, China, di mana virus pertama kali muncul.

Di sisi lain, para peneliti Los Alamos, dengan bantuan para ilmuwan di Universitas Duke dan Universitas Sheffield Inggris, mampu menganalisis ribuan rangkaian virus korona yang dikumpulkan oleh Global Initiative for Sharing All Influenza, sebuah organisasi yang mempromosikan pembagian data secara cepat dari semua virus influenza dan virus corona.

Hingga saat ini, para peneliti telah mengidentifikasi 14 mutasi. Menjadi penekanan dalam studi ini ialah mutasi virus corona ini berdampak pada protein yang melonjak, mekanisme multifungsi yang memungkinkan virus masuk ke inang. Penelitian ini didukung oleh Dewan Penelitian Medis, Institut Nasional Penelitian Kesehatan, dan Genome Research Limited.

(Dewi Kurniasari)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya