Lain lagi dengan pengakuan Rini, guru mata pelajaran Ilmu Kimia di salah satu sekolah menengah atas di wilayah Tangerang ini menyebutkan ada satu keuntungan yang ia rasakan dengan sistem belajar sekolah online di saat PSBB karena pandemi, yakni dirinya tidak harus bercuap-cuap di depan kelas seperti biasanya.
Namun, tentang kendala, Rini tak menampik kegiatan belajar mengajar hanya melalui online di teleconference, aplikasi meeting atau chat room membuat siswa-siswanya semakin susah memahami materi mata pelajaran yang diajarkan. Kendala ini, akhirnya membuat dia mau tidak mau harus menjadi ekstra sabar dalam mengajarkan semua muridnya.
“Anak-anak sering gagal paham dengan tugas-tugas online, jadi harus jelasin ke siswa itu berkali-kali, kita harus ekstra sabar. Mereka juga jadi sering tidak tepat waktu, kadang ya geregetan tapi enggak bisa ‘dibawelin’ secara langsung,” terang Rini, saat dihubungi Okezone melalui pesan baru-baru ini.
Kesulitan lainnya, senada dengan pengalaman Rima di atas, sistem sekolah secara daring membuat dirinya jadi harus menghabiskan banyak waktu hanya untuk memeriksa dan mengoreksi tugas para murid.
“Kita harus belajar teknologi baru, yang kadang bikin keteteran. Sama, jadi butuh waktu berjam-jam di depan komputer dan ponsel untuk koreksi tugas murid. Intinya sih, interaksi langsung dengan siswa dalam belajar jauh lebih baik, terutama untuk kepentingan para siswa itu sendiri,”pungkasnya.
(Helmi Ade Saputra)