"Orangtua selalu mikirnya ketika anak pegang ponsel, dia sedang main. Padahal, bisa saja dia sedang belajar. Hal ini yang membuat beberapa anak menaruh perasaan tak suka dengan orangtuanya, karena mereka melarang tanpa tahu apa yang sebenarnya dikerjakan anak di gawainya," ucap Itje.
Karena itu, saran Itje, orangtua mesti ikut belajar dan momen pandemi ini waktu yang tepat memulainya. Bahkan, Itje menegaskan, orangtualah yang harusnya belajar. "Belajar untuk bisa menemani anak dalam proses belajarnya," sambungnya.
Selain itu, orangtua juga mesti belajar bagaimana melakukan pengontrolan atau memberi kendali pada penggunaan gawai. "Jangan lagi melarang tanpa tahu apa yang dikerjakan si anak. Orangtua mesti belajar bahwa gawai juga menjadi tempat anak-anak belajar karena memang ada fungsi edukasi di sana," tambahnya.
Jangan Berhenti, Lanjutkan!
Itje menaruh kepercayaan besar pada Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim. Menurutnya, ia akan bisa membawa dunia digital ini ke dalam proses belajar mengajar di Indonesia.
Sebab, sekali lagi, mau tidak mau perkembangan teknologi akan semakin pesat dan manusia harus bisa mengimbanginya. Karena itu, Itje berharap proses belajar melalui digital seperti ini dilanjutkan.
"Orangtua dan tenaga pendidik harus melek teknologi. Jika masih ada daerah tertinggal, ya, menjadi tugas bersama untuk membuat daerah itu melek digital juga," kata Itje.
Dia menegaskan, ini masanya Indonesia mengenalkan gadget di dunia pendidikan. Setelah pandemi berakhir, jangan hentikan apa yang sudah dijalani sekarang ini. Namun, mesti dilakukan penataan ulang agar praktiknya jauh lebih efektif dan sistematis.
"Setelah pandemi berlalu, jangan lupa ditata ulang. Bagaimana yang sudah terpaksa diceburkan teknologi seperti ini dapat melanjutkan dengan lebih terstruktur, sistematis, dan target lebih jelas. Saya rasa Menteri Nadiem bisa aware dalam hal ini agar dunia pendidikan Indonesia di masa depan lebih baik," harap Itje.
(Abu Sahma Pane)