Pemudik Berpotensi Ditunggangi COVID-19, Ini Penjelasan Pakar UGM

Wilda Fajriah, Jurnalis
Sabtu 02 Mei 2020 13:00 WIB
Mudik (Foto: Okezone)
Share :

PEMERINTAH telah menetapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) guna mencegah penularan virus corona (COVID-19). Tak hanya itu mudik juga dilarang bagi warga di seluruh Indonesia.

Petugas gabungan polisi dan anggota Dinas Perhubungan (Dishub) sudah mencegat warga yang hendak mudik. Lalu bagaimana nasib pengentasan COVID-19 jika warga nekat mudik?

Dikutip dari laman resmi Universitas Gajah Mada (UGM) pada Sabtu (2/4/2020), beberapa waktu lalu Guru Besar Statistika UGM Dedi Rosadi mengatakan mudik atau bentuk migrasi lain dari daerah pusat penyebaran khususnya daerah zona merah, sangat berpotensi untuk ditunggangi virus.

Jika masih ada yang nekat mudik maka ada kemungkinan muncul klaster-klaster baru persebaran COVID-19.

"Tumbuhnya klaster-klaster baru perlu dicegah agar wabah tidak mundur lebih lama ke belakang yang berakibat akhir wabah di setiap wilayah akan berbeda-beda," ujarnya.

"Akhirnya menyebabkan perkiraan laju tambahan jumlah kasus di setiap wilayah akan berbeda-beda dan akan memengaruhi time line dan nilai akhir total prediksi nasional," tambah Dedi Rosadi.

Sementara itu perlu diketahui persebaran COVID-19 di Indonesia diprediksi akan mereda di akhir Juli 2020 dengan perkiraan proyeksi total penderita positif di angka 31 ribuan kasus.

Hal itu dikatakan Dedi Rosadi dalam rilis terbaru bersama dengan pakar lainnya, yaitu Heribertus Joko alumnus FMIPA UGM, dan Fidelis I Diponegoro alumnus PPRA Lemhanas,

Dedi dan tim membuat permodelan probabilistik dengan dasar data nyata atau probabilistik data-driven model (PDDM), dengan asumsi waktu puncak tunggal.

Rilis terbaru tersebut mengacu dengan data publikasi pemerintah hingga 23 April 2020. Dari data itu diperkirakan waktu puncak pandemi terjadi pada Mei 2020 dan pandemi akan mereda di akhir Juli 2020.

Sebelumnya berdasarkan data pemerintah sampai 26 Maret 2020, pada akhir Maret 2020 lalu, Dedi dan tim telah merilis prediksi sementara akhir pandemi terjadi pada akhir Mei 2020 dengan total penderita positif Covid-19 mencapai 6.174 kasus. Prediksi menggunakan model PPDM tersebut bersifat sementara dan diperbaharui berkala sesuai data yang ada untuk prediksi jangka panjang.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Telusuri berita Women lainnya