Daratan China sudah mulai hidup normal setelah berhasil melewati pandemi COVID-19. Meski begitu, tindakan pencegahan pun masih dilakukan, salah satunya jaga jarak alias physical distancing.
Uniknya, agar bisa mengajarkan jaga jarak aman di antara murid, pihak sekolah di Hangzhou di Provinsi Zhejiang meminta anak-anak mengenakan topi anti-dekat, berupa topi era Dinasti Song.
Topi era Dinasti Song ini dibuat sedemikian rupa sehingga antaranak tak saling bisa saling berdekatan. Selain tak bisa saling berdekatan, mereka juga melestarikan budaya Dinasti Song zaman dulu.
Menurut laporan New York Post, topi tersebut dibuat dengan pengaturan jarak aman 1 meter. Jadi, di atas topi ditambahkan semacam kertas memanjang atau alat lain yang panjangnya masing-masing 50 cm.
Selain mengenakan topi khas, anak-anak di sekolah ini pun diwajibkan mengenakan masker supaya tetap terjaga dari paparan virus yang membahayakan nyawa mereka saat berada di sekolah.
Menurut Kepala Sekolah Hong, topi dan masker menjadi barang yang wajib dikenakan anak-anak saat mereka sekolah. Ini dilakukan agar mereka tak menyebarkan atau tertular virus corona dari teman lainnya. Penerapan penggunaan dua atribut ini diberlakukan setelah pemerintah membuka kembali sekolah.
Sementara itu, dikutip dari cuitan Director of Shewo Institute of Chinese Journalism Eileen Chengyin Chow di Twitter, dia mengungkapkan, kertas panjang yang ditempatkan di topi anak-anak kelas 1 SD itu terinspirasi dari topi Dinasti Song.
Di zaman dulu, topi tersebut digunakan untuk mencegah pemerintah dari konspirasi 'sotto voce' satu sama lain ketika berada di pengadilan. Fungsi yang sama tentunya dari makna 'physical distancing' yang sekarang ini tengah dilakukan masyarakat dunia.
(Dyah Ratna Meta Novia)