Lalu apakah observasi ini berarti bahwa infeksi Covid-19 karena virus SARS-CoV-2 mengarah ke immunosuppression (menurunkan kekebalan tubuh normal respon terhadap invasi zat asing) seperti halnya HIV? Jawabannya, sejauh ini dikatakan belum tentu. Para penulis mencatat ada beberapa faktor dapat menyebabkan limfopenia.
Sebaliknya, ditekankan bahwa pemantauan kadar limfosit pada pasien positif Covid-19 mungkin jadi cara efektif dan mudah bagi dokter untuk memprediksi tingkat keparahan penyakit yang diderita pasien. Demikian seperti diwarta Forbes, Kamis (23/4/2020).
(Dyah Ratna Meta Novia)