Tak hanya terjadi untuk di hotel Hilton yang ada di Amerika, di jaringan hotel Hilton untuk benua Eropa, Timur Tengah dan Afrika, di Maret 2020 pendapatan per kamar juga turun sebanyak 62 sampai 64 persen. Sementara properti grup Hilton di kawasan Amerika Utara dan Selatan, yang turun 54 hingga 56 persen.
Angka-angka persentase di atas, dikatakan masih sedikit lebih baik ketimbang persentase angka yang ditunjukkan jaringan hotel Hilton di kawasan Asia Pasifik, yang mana mengalami penurunan pendapatan sebesar 74 sampai 76 persen di Maret 2020 lalu. Penurunan pendapatan ini, alhasil membuat grup Hilton pada 14 April 2020 lalu memutuskan untuk menutup 1.000 hotelnya untuk menangguhkan operasional.
Tidak hanya grup Hilton, Hotel Marriott juga diprediksi akan melaporkan penurunan setidaknya 23 persen dalam pendapatan per kamar di periode kuartal pertama.
Perkembangan teranyar dari perusahaan menyebutkan, sekira 25 persen dari 7.300 hotel Marriott di seluruh dunia sendiri telah ditutup untuk sementara karena pandemi virus corona COVID-19.
(Dewi Kurniasari)