Kapan Puncak Penyebaran Virus Corona di Indonesia?

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis
Jum'at 17 April 2020 02:05 WIB
Share :

Dokter muda Debryna Dewi Lumanauw pada Kamis 16 April menjadi tamu spesial dalam sesi diskusi virtual bersama Okezone melalui saluran Instagram Live.Dalam diskusi bertajuk "Cerita Tenaga Medis di Garda Terdepan Pandemi Corona" itu, Debryna sempat menjawab berbagai pertanyaan menarik yang dilantarkan oleh Okezoners.

Salah satunya kapankah peningkatan jumlah kasus pasien virus corona atau COVID-19 di Indonesia akan berakhir?

Menanggapi pernyataan tersebut, Debryna menjelaskan bahwa secara epidemiologi, tingkat kematian pada pasien positif virus corona memang lebih rendah dibandingkan dengan virus serupa yakni SARS (Severe Acute Respiratory Syndrome).

Dibandingkan COVID-19, tingkat kematian akibat SARS yang masuk dalam kategori epidemi ini justru lebih tinggi yakni mencapai 9,6 persen. Namun jumlah pasien meninggal akibat SARS jauh lebih rendah dibanding COVID-19.

Kendati demikian tidak dapat dipungkiri bahwa dampak virus corona di luar bidang kesehatan sangatlah luar biasa. "Perlu diingat, dampak dari virus corona itu bukan hanya kematian, tetapi juga ada dampak ekonomi yang sekarang sudah mulai dirasakan dan sangat menyedihkan," ungkap dr. Debryna.

Lebih lanjut Debryna menjelaskan, saat ini dia sendiri masih belum dapat memastikan kapankah peningkatan pasien virus corona di Indonesia akan berakhir. Berbeda dengan beberapa negara yang dilaporkan telah memasuki puncak penyebaran COVID-19 seperti Korea Selatan hingga Italia.

"Aku suka bingung membuat model Indonesia tuh kayak negara apa. Tapi kalau melihat kebanyakan negara, dan kasus pertama di Indonesia, puncak penyebaran virus corona ini sepertinya akan terjadi pada akhir April atau awal Mei," terangnya.

Namun ada satu hal penting yang dapat mengubah prediksi tersebut yakni, tradisi mudik menjelang Lebaran. Menurut Debryna, mudik menjadi turning point atau titik balik dari penyebaran virus corona di Tanah Air. Apa yang terjadi setelah mudik itulah yang akan menjadi tanda tanya besar.

"Sekarang kita sudah memasuki waktu atau tahap yang aku sebut 'kejenuhan massal'. Tapi tetaplah usahakan untuk berpikir positif, menjalankan imbauan pemerintah untuk menjaga jarak sosial. Karena percayalah dengan demikian kalian juga ikut melakukan sesuatu untuk memutus mata rantai penularan pandemi corona COVID-19," tandasnya.

(Muhammad Saifullah )

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya