PARA ahli kesehatan dan peneliti terus melakukan studi tentang penularan virus corona. Salah satu yang terbaru disebutkan bahwa virus corona terdeteksi di udara, hingga jarak sekira 3,9 meter dari pasien.
Penelitian tersebut diterbitkan oleh Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika. Ditemukan bahwa jarak transmisi maksimum aerosol SARS-CoV-2, bisa mencapai empat meter jauhnya.
CDC telah melakukan studi dari 19 Februari 2020 hingga 2 Maret 2020 lalu. Virus corona SARS-CoV-2 ditemukan ada di lantai unit ICU di sebuah rumah sakit di Wuhan, China.
“Ketika petugas medis berjalan di sekitar bangsal, virus tersebut dapat terlacak ada di seluruh lantai," ucap para peneliti, dilansir Okezone dari Fox10phoenix, Kamis (16/4/2020).