Ventilator alat yang sangat penting bagi para pasien yang mengalami gangguan pernapasan. Alat ini digunakan untuk membantu pernapasan manusia yang umumnya digunakan selama proses bedah.
Ventilator ini dihubungkan ke saluran napas manusia, sehingga bisa mengalirkan udara dan oksigen untuk masuk ke dalam paru-paru. Alat ini tentu tidak dapat digunakan secara sembarangan. Terdapat beberapa prosedur yang wajib dilakukan.
Merangkum dari Cleveland Clinic, Kamis (16/4/2020), berikut tiga prosedur yang wajib dilakukan pasien dengan ventilator. Yuk disimak.
1. Penyedotan
Ini adalah prosedur di mana kateter (tabung tipis, berlubang) dimasukkan ke dalam tabung pernapasan untuk membantu menghilangkan sekresi (lendir). Prosedur ini dapat membuat pasien batuk atau muntah, dan merasa tidak nyaman.
Sekresi dapat mengembangkan semburat darah (penggumpalan darah) dari tindakan pengisapan yang dilakukan. Tindakan ini adalah prosedur vital untuk menjaga jalan udara bebas dari sekresi.
2. Obat aerosol (semprotan):
Seorang pasien mungkin memerlukan obat-obatan yang dimasukkan melalui tabung pernapasan. Obat-obatan ini mungkin ditargetkan ke jalan napas atau paru-paru. Mengirim langsung obat menuju ke paru-paru dianggap bisa lebih efektif.
3. Bronkoskopi (pengambilan jaringan)
Dalam prosedur ini, dokter akan memasukkan alat penerangan kecil dengan kamera menujus saluran napas pasien melalui tabung pernapasan. Ini adalah alat yang sangat efektif untuk memeriksa saluran udara yang ada di paru-paru.
Kadang-kadang dokter akan mengambil sampel lendir atau dahak serta jaringan lainnya untuk menentukan terapi yang akan dilakukan pasien.
(Helmi Ade Saputra)