Ventilator menjadi alat yang sangat dibutuhkan di tengah pandemi virus corona COVID-19. Alat ini dapat membantu para pasien COVID-19 yang sesak napas, agar bisa bernapas kembali secara normal.
Meski demikian, ventilator juga memiliki beberapa dampak positif maupun negatif terhadap kesehatan ketika digunakan. Merangkum dari Cleveland Clinic, Kamis (16/4/2020), berikut keuntungan dan kerugian menggunakan ventilator.
Terdapat sekiranya empat keuntungan yang bisa diperoleh pasien apabila menggunakan ventilator.
1. Pasien tidak harus bekerja keras untuk bernapas. Sehingga otot-otot pernapasan mereka dapat beristirahat.
2. Pasien diperbolehkan untuk sembuh dengan harapan sistem pernapasan mereka kembali normal.
3. Membantu pasien mendapatkan oksigen yang cukup dan membersihkan karbon dioksida.
4. Mempertahankan jalan napas yang stabil dan mencegah cedera akibat aspirasi.
Meski memiliki beberapa keuntungan, tapi perlu diketahui bahwa ventilator tidak menyembuhkan pasien. Alat ini hanya memungkinkan pasien untuk menjadi stabil. Sementara obat-obatan dan perawatan medis dapat membantu mereka untuk pulih.
Risiko utama ventilasi adalah infeksi. Pasalnya jalan napas buatan (tabung pernapasan) memungkinkan kuman untuk memasuki paru-paru. Risiko infeksi ini meningkatkan penggunaan ventilasi dan paling tinggi mencapai dua minggu.
Risiko lain adalah kerusakan paru-paru yang disebabkan oleh inflasi yang berlebihan atau pembukaan berulang-ulang serta rusaknya kantung udara kecil di paru-paru.
Kadang-kadang, pasien tidak dapat disapih dengan ventilator dan mungkin membutuhkan perawatan yang lama. Ketika ini terjadi, tabung dikeluarkan dari mulut dan diubah menjadi saluran napas yang lebih kecil di bagian leher yang disebut trakeostomi.
Menggunakan ventilator dapat memperpanjang proses sekarat atau koma apabila pasien dianggap tidak mungkin untuk pulih.
(Helmi Ade Saputra)