Lebih lanjut, Ratih menyebutkan bahwa realistis agar bisa lebih menerima keadaan hingga akhirnya mau bersyukur adalah kunci mengelola stres karena WFH. Hal ini agar seseorang tidak terpuruk oleh pikiran diri sendiri.
Menurutnya, selalu ada berkah yang indah di balik semua hal dan tidak ada yang abadi di kehidupan ini, termasuk musibah. Sadar atau tidak kita menjadi memiliki waktu lebih perhatian kepada pasangan di rumah yang mungkin sebelumnya tidak sempat dilakukan.
“Sebetulnya ada banyak berkah juga karena kita di rumah saja, WFH ini. Contohnya bisa jadi lebih mengamati dan menghargai kebersamaan dengan pasangan. Realistis dan syukuri semua yang ada. Sebetulnya mau bergaul sama teman-teman ya kan bisa, manfaatkan teknologi, janjian saja bareng-bareng. Dibawa asyik saja,” imbuhnya.
(Helmi Ade Saputra)