Meski demikian, pakaian tidak dianggap sebagai bahan yang kondusif untuk kelangsungan hidup virus corona. Oleh sebab itu pakaian hanya memiliki risiko rendah dalam penyebaran virus corona. Hal ini diungkapkan oleh Spesialis Penyakit Menular, dr. Kathleen Jordan.
"Studi terbaik kami di bidang ini adalah influenza dan virus lain yang diketahui sebelumnya. Tetapi pakaian secara umum tidak dianggap sebagai inkubator virus terbaik," ujar dr. Kathleen.
Kelembaban memainkan peran penting dalam lingkungan apakah virus dapat berkembang atau tidak. Sifat yang dimiliki sebagian besar bahan kain tidak kondusif untuk penyebaran virus corona COVID-19.
“Pakaian biasanya lebih dari lembut daripada benda berpermukaan yang keras. Ini berpotensi bisa menganginkan lingkungan lebih mudah," kata Jordan.
Transfer virus melalui pakaian memang tidak mungkin, tetapi para ahli yang sepakat ada beberapa skenario di mana pencucian secara langsung adalah ide yang baik.