Kurang lebih sudah tiga pekan sudah sebagian besar masyarakat Indonesia, menjalani isolasi mandiri dengan bekerja, belajar, dan beribadah di rumah masing-masing.
Imbauan untuk tetap di rumah aja, memang nyatanya mengubah ritme kehidupan dan aktivitas keseharian sebagian besar masyarakat.
Di pekan pertama, mungkin rata-rata orang bisa bernafas lega bisa bekerja dan beraktivitas yang lainnya di rumah. Bisa lebih sedikit agak santai, menghemat tenaga karena tak perlu bermacet-macetan di jalan, hingga merasa memiliki waktu berkualitas lebih banyak dengan keluarga daripada biasanya.
Tapi memasuki pekan kedua lalu lanjut pekan ketiga seperti saat ini, mulai timbul rasa bosan, jenuh, bingung, kesal, hingga marah. Entah itu terhadap keadaan, lingkungan, diri sendiri, ataupun orang lain.
Kemudian jadi pertanyaan, apakah boleh untuk tidak harus selalu stay positif seperti yang banyak dianjurkan di tengah situasi seperti sekarang? Apakah wajar jika merasa bingung, cemas, bahkan emosi tinggi di kondisi saat sedang mengisolasi diri dengan di rumah seperti saat ini?