Awalnya ramai disebutkan kematian sang remaja pria berusia 17 tahun tersebut, terkait dengan COVID-19. Namun kemudian pihak Department Kesehatan Los Angeles kemudian mengatakan bahwa kasus remaja pria ini telah dihapus dari data daftar kematian yang berhubungan terkait dengan COVID-19 di wilayah tersebut.
Departemen Kesehatan Los Angeles mengonfirmasi bahwa selanjutnya CDC (Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit) akan melakukan proses investigasi lengkap menyeluruh tentang kematian sang remaja. Sejauh ini dikatakan, masih belum jelas gejala apa yang mungkin sang remaja tersebut alami sebelum meninggal.
(Helmi Ade Saputra)