Selain itu, lanjut Josua, upaya ini diharapkan bisa membantu menggiatkan atau menggerakkan usaha para desainer lokal, dari sektor fesyen Indonesia, yang ikut terdampak dari wabah COVID-19. Sehingga mereka tetap dapat terus bertahan hidup.
“Selain juga memanfaatkan sisa bahan kain dari produksi garmen untuk mengurangi sampah industri fesyen sehingga bisa menerapkan zero waste,” tandasnya.
(Dewi Kurniasari)