Dikatakan Ade, seseorang dengan kesejahteraan dan psikologis yang baik memungkinkannya lebih cepat sehat dalam masa penyembuhan. Sebab, ketika kesejahteraan dan psikologis pasien baik, dia bisa berpikir positif. Nah, pemikiran positif ini yang kemudian menuntun tubuh bisa lebih bugar, juga mendapatkan kondisi sehat yang diinginkan.
"Berpikir positif itu kalau secara kedokteran kan ngeluarin endorfin. Saat endorfin keluar, kita merasa sejahtera sehingga sikap kita jadi positif," terangnya melalui sambungan telepon, Selasa (31/3/2020).
Psikolog Ade juga meyakini bahwa Bima Arya memiliki mental yang sehat, sehingga saat dia dinyatakan positif COVID-19, dirinya tak cemas dan ketakutan berlebih. Bima Arya bersikap menerima dan mengikuti semua prosedur yang harus dia jalani.
Sikap tersebut, bagi Ade merupakan bentuk optimistic mindset. Sikap ini muncul tentunya karena mental yang sehat dan berpikiran positif.
"Saya berpikiran setelah Bima Arya dinyatakan positif COVID-19, dia menerimanya dan karena informasi dia cukup baik, teredukasi dengan baik juga, fokus sehat adalah tujuannya," tambah Ade.