Kisah Perawat Pertama yang Meninggal Akibat Corona, Mama Itu Pahlawan

Novie Fauziah, Jurnalis
Senin 30 Maret 2020 15:11 WIB
Share :

Ketua Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI), Harif Fadhillah, mengatakan hingga 26 Maret 2020 masih banyak perawat yang mengeluhkan langkanya APD. Sebelumnya, tenaga medis di sejumlah daerah, seperti Serang di Banten, dan Surabaya, Jawa Timur, mengenakan jas hujan karena keterbatasan APD.

Dalam pernyataan bersama IDI, PPNI, dan sejumlah organisasi lainnya, mereka mendesak terjaminnya APD bagi para petugas medis karena dalam kondisi wabah, setiap pasien mungkin adalah orang dalam penularan (ODP) atau pasien dalam pengawasan (PDP).

"Bila hal ini tidak terpenuhi, maka kami meminta kepada anggota profesi kami untuk sementara tidak ikut melakukan perawatan penanganan pasien Covid-19 demi melindungi dan menjaga kesehatan Sejawat," ujar organisasi itu dalam pernyataan tertulis, Jumat (27/3/2020).

Apa yang dilakukan pemerintah?

Pemerintah mengklaim telah mendistribusikan 151.000 APD ke seluruh provinsi di Indonesia, termasuk ke wilayah yang kesulitan transportasi seperti di Papua dan Papua barat serta wilayah perbatasan.

"Pertama, APD tersebut akan didorong khususnya kepada daerah-daerah yang memiliki kesulitan transportasi dan di perbatasan," kata Paban IV/Operasi Dalam Negeri Staf Operasi TNI, Kolonel Aditya Nindra.

"Dari rumah sakit-rumah sakit yang ada di daerah, bisa berkomunikasi kepada gugus tugas daerah sehingga mereka bisa mendapatkan alokasi dari Alat Pelindung Diri virus corona yang sudah didistribusikan itu," kata Aditya.

(Muhammad Saifullah )

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya