GUNA mencegah meluasnya wabah virus corona COVID-19, pemerintah menerapkan social distancing. Hal ini dimaksudkan agar masyarakat menjaga jarak antara satu dengan lainnya.
Pasalnya, penyebaran virus corona COVID-19 terjadi lantaran adanya closed contact. Bahkan, ada kemungkinan virus ini menular lewat airbourne dan tidak hanya droplet.
Namun, Dr Maria Van Kerkhove dari WHO kurang setuju dengan frasa social distancing ini. Menurutnya, WHO lebih memakai frasa physical distancing ketimbang social distanding.
Alasannya, yang dijaga adalah jarak fisik, bukan jarak sosial dan salah satu hal yang perlu disoroti dalam menjaga jarak fisik dari orang, tidak berarti bahwa secara sosial kita harus memutuskan hubungan dari orang yang kita cintai, dari keluarga kita.
"Teknologi saat ini telah sangat maju sehingga kita dapat tetap terhubung dengan banyak cara, tanpa benar-benar secara fisik berada di ruangan yang sama atau di tempat yang sama," kata dia dalam konferensi persnya, seperti dilansir dari press briefing COVID-19.
"Jadi kami mengubah menjadi physical distance, dan itu sengaja karena kami inginkan orang untuk tetap terhubung," tambah dia.