Namun hingga saat ini, para tenaga medis dan ilmuwan menolak keras bila kebijakan tersebut diterapkan oleh sebuah negara.
"Mereka membuat asumsi besar bahwa, 'anak muda bisa tertular tapi tidak akan mati'. Belum ada cukup data yang mendukung hal itu. Kami justru belihat banyak orang-orang berusia 30 tahun di ICU, dan kami tidak tahu apakah mereka tidak akan memiliki masalah pernapasan jangka panjang atau masalah paru-paru," kata Natalie Dean.
Beberapa waktu lalu, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC), melaporkan jumlah kasus virus corona di Amerika dengan periode antara 12 Februari 2020 hingga 16 Maret 2020. Dari 508 pasien yang menjalani rawat inap, 20% di antaranya adalah orang-orang berusia 20 hingga 44 tahun. Artinya, saat ini kaum milenial juga sangat berisiko terpapar virus corona.
(Dewi Kurniasari)