"Sekarang banyak rumah sakit yang menerapkan kebijakan dua shift. Artinya, setiap dokter harus siapa siaga selama 12 jam per shift. Hal ini terjadi karena kita memang sedang kekurangan tenaga medis," ujar Daeng saat dihubungi Okezone via sambungan telefon, Senin (23/3/2020).
Maka dari itu, Daeng pun meminta agar setiap rumah sakit bisa menjamin pengaturan jadwal yang layak bagi para dokter, supaya mereka mendapatkan waktu istirahat yang cukup.
"Yang kami minta penjadwalan diatur selayak mungkin, supaya tidak double shift (24 jam). Jadi dokter-dokter itu tidak terlalu lelah dan capek. Sebenarnya yang bagus itu ya per hari 3 shift. Tapi dengan kondisi darurat seperti ini, bisa jadi rumah sakit hanya mampu menyediakan dua shift saja," kata Daeng.
"Jadi saya mohon, jangan sampai 24 jam. Kasian dokter-dokter itu nanti kecapaian. Kalau kecapaian risikonya dua, konsentransi berkurang dan risiko tertular Covid-19 jauh lebih besar," tandasnya.
(Helmi Ade Saputra)