Namun, kriteria tersebut dapat disesuaikan dengan kebijakan masing-masing daerah maupun lembaga. Sementara itu, PB IDI Jakarta dilaporkan telah mengirimkan 30 relawan dokter yang nantinya akan disebar ke sejumlah rumah sakit rujukan.
"Di Jakarta sudah ada 30 dokter relawan, dan di daerah lain pun sudah melakukan itu. Jumlahnya masih akan bertambah, karena kami juga telah memintah semua IDI di seluruh provinsi untuk merekrut relawan dokter," ungkap Daeng.
Daeng juga mengonfirmasi bahwa dua dari enam dokter yang dilaporkan meninggal dunia saat menangani pasien corona, memang masih tergolong muda. Mereka adalah dokter Hadio Ali Sp. S dan dokter Adi Mirsa Putra Sp. THT.
"Keduanya masih muda, tapi sudah menyandang gelar dokter bahkan spesialis. Jadi untuk kebijakan dokter muda ikut menangani pasien Covid-19 itu kembali ke kebijakan masing-masing pemda dan lembaga terkait," tutup Daeng.
Sebelumnya, Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FK UI), Ari Fahrial Syam menyatakan, akan mengerahkan dokter-dokter muda UI, termasuk mahasiswa/i yang tengah menjalani program ko-asisten di tengah pandemi Covid-19 di Indonesia, khususnya Jakarta. Para dokter-dokter muda diperbantukan sebagai tenaga cadangan untuk menangani kasus-kasus Covid-19 ringan.
(Helmi Ade Saputra)