Hati-Hati, Anda Malah Bisa Tertular Corona COVID-19 di RS Loh

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis
Jum'at 20 Maret 2020 22:17 WIB
Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)
Share :

KARENA sangat khawatir dengan pandemi virus corona di Indonesia, tak sedikit orang berbondong-bondong ke fasilitas kesehatan untuk melakukan tes corona. Sebenarnya, kapan sih tes corona itu dibutuhkan?

Meski WHO meningkatkan status COVID-19 sebagai pandemi global, juga di Indonesia statusnya sudah menjadi Bencana Nasional non Alam, masyarakat tak perlu khawatir. Jangan terburu-buru ingin melakukan tes corona, karena ada waktunya. 

Dilansir Okezone dari Sehatnegeriku, Jumat (20/3/2020), tes corona tidak bisa dilakukan kapan saja untuk mencegah terjadinya penularan. Saat datang ke rumah sakit dalam kondisi sehat, namun imunitas menurun, bisa saja Anda malah tertular virus corona..

Hal ini disampaikan oleh Juru Bicara Pemerintah untuk COVID-19 dr Achmad Yurianto. Dia menjelaskan, seseorang diharuskan tes corona ke rumah sakit, apabila muncul gejala COVID-19. Selain itu, Anda juga punya riwayat pernah kontak langsung dengan pasien atau orang positif.

“Apabila seseorang yang memiliki kemungkinan kontak dengan pasien lain yang positif dan kemudian muncul gejala yang paling sering adalah demam, maka orang bersangkutan harus memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan,” ujar Yuri pada Konferensi Pers di Gedung BNPB, Jakarta, Jumat (20/3/2020).

Gejala corona, disebutkan Yuri, meliputi panas di atas 38 derajat Celcius. Disertai pula pilek dan gangguan pernapasan (sesak napas).

Pada saat pemeriksaan di rumah sakit, dokter harus menceritakan segala kemungkinan yang terjadi setelah dia kontak dengan orang positif. Dokter akan melakukan serangkaian pemeriksaan termasuk di antaranya adalah pemeriksaan swab.

“Dokter akan melakukan serangkaian pemeriksaan termasuk di antaranya adalah pemeriksaan usapan dinding belakang hidung dan dinding belakang rongga mulut untuk kemudian dipastikan apakah mengandung virus atau tidak,” kata Yuri.

Sekadar informasi, saat ini jumah kasus COVID di Indonesia ada 369, dengan jumlah kematian 32 kasus dan 17 orang telah dinyatakan sembuh. 

(Dewi Kurniasari)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya