SAAT ini antisipasi penularan virus corona (COVID-19) sudah mulai diterapkan di banyak fasilitas publik. Salah satu langkah yang dilakukan adalah dengan pengecekan suhu tubuh menggunakan thermal gun.
Thermal gun ini akan memberi tahu orang yang memiliki suhu di atas rata-rata alias ketika orang sedang demam. Sehingga petugas bisa menahan orang tersebut agar tidak bercampur dengan orang sehat lainnya. Lantas berapakah suhu normal manusia yang sebenarnya?
Advisor Siloam Clinic dr Roshen John menjelaskan, suhu manusia normal pada umumnya adalah 36,5 derajat Celcius, hingga 37,5 derajat Celcius. Jika thermal gun mendeteksi lebih dari itu, maka ada indikasi seseorang mengalami demam.
“Jika suhunya lebih dari itu, maka seseorang akan dinyatakan demam. Kalau sudah seperti ini, seseorang harus mengecek, apa yang menyebabkan demam ini,” terang Dokter Roshen, saat diwawancarai Okezone, Jumat (20/3/2020).
Dokter Roshen mengatakan penggunaan thermal gun diambil sebagai satu langkah preventif untuk mencegah penularan virus corona. Setidaknya kalau seseorang belum terinfeksi virus corona, mereka tidak akan menunjukkan suhu tubuh yang tinggi, melewati batas manusia normal lainnya.
“Apabila seseorang pernah melakukan kontak dengan orang terinfeksi atau berada di lokasi di mana ada seseorang yang terinfeksi sebaiknya melakukan karantina diri sendiri selama 14 hari. Dicek suhunya dua kali sehari dan kalau suhunya naik, harus mencari layanan kesehatan,” tuntasnya.
(Dewi Kurniasari)