Sejumlah perusahaan farmasi dan ahli medis di seluruh dunia dilaporkan tengah bekerja keras memproduksi vaksin untuk menanggulangi penyebaran virus corona dan penyakit COVID-19.
Namun, upaya tersebut membutuhkan waktu yang cukup panjang karena harus melewati serangkaian uji coba. Sebagai gambaran, setelah peneliti berhasil mengembangkan suatu vaksin, mereka masih harus melakukan uji klinis yang terdiri dari tiga fase, termasuk pengujian pada manusia.
Anthony Fauci, selaku direktur National Institute of Allergy and Infectios Disease mengatakan, setidaknya dibutuhkan waktu hingga satu setengah tahun dari sekarang untuk mendapatkan vaksin corona dengan kualitas yang layak.
Sementara itu, menurut hasil laporan NBCnews, Kamis (19/3/2020), saat ini sudah ada tiga jenis vaksin yang dikabarkan telah disetujui dan siap diberikan kepada para pasien positif corona. Berikut Okezone rangkumkan ulasan lengkapnya.
mRNA-1273
Moderna Inc. dari Cambridge, Massachusetts, telah memulai uji coba fase I pada manusia untuk vaksin jenis mRNA-1273 di Kaiser Permanente Washington Health Research di Seattle, Amerika Serikat. Uji coba ini melibatkan 45 orang dewasa dalam kondisi sehat dengan rentang usia antara 18 – 55 tahun. Uji coba ini akan dilakukan selama enam minggu ke depan.
Vaksin jenis mRRNA-1273 ini dikembangkan sesuai urutan genetic dari COVID-19 yang disebut mRNA atau messenger RNA. Vaksin tersebut memiliki kemampuan untuk merangsang tubuh menghasilkan antibodi, protein penangkal virus, dan meningkatkan respons kekebalan tubuh yang lebih kuat. Menurut laporan Moderna Inc., hasil uji klinis vaksin ini dilaporkan sukses ketika disuntikkan pada hewan.
REGN3048-3051
Regeneron Pharmaceuticals dari Tarrytown, New York juga dilaporkan tengah memproduksi antibodi dengan memanfaatkan virus corona itu sendiri. Para peneliti dari perusahaan ini memodifikasi tikus secara genetik untuk memiliki sistem kekebalan tubuh seperti manusia. Setelah itu, mereka akan memaparkan hewan tersebut dengan virus corona. Menurut laporan, tikus itu mampu memproduksi antibodi untuk melawan virus tersebut.
Mereka juga telah mengisolasi atau membagi antibodi dari hasil percobaan ini dengan antibodi dari manusia yang telah pulih dari COVID-19. Nantinya, kedua antibodi tersebut akan diuji lebih lanjut hingga menghasilkan antibodi baru. Antibodi inilah yang akan disuntikkan pada pasien positif corona.
Kedua antibodi itu diklam akan melawan virus corona di tubuh pasien, serta melindungi tubuhnya dari varian virus lain. Secara teori, antibodi ini masih bekerja efektif bila virus mengalami mutasi.