Pada 27 Desember, Zhang Jixian, seorang dokter dari Rumah Sakit Pengobatan Terpadu di barat China Provinsi Hubei, memberitahu otoritas kesehatan bahwa penyakit tersebut disebabkan oleh virus corona baru. Pada hari terakhir 2019, jumlah pasien virus corona dikonfirmasi telah meningkat menjadi 266 orang. Peningkatan signifikan terjadi pada awal 2020 dengan jumlah korban mencapai 381 orang.
Saat ini para ilmuwan ingin mengindentifikasi apa yang disebut dengan pasien nol. Ini dapat membantu mereka melacak sumber virus corona yang umumnya menular ke manusia dari hewan buas yang diduga kelelawar. Dari sembilan kasus pertama pada November yang terdiri dari empat pria dan lima wanita tidak ada yang dikonfirmasi sebagai pasien nol.
Menurut Organisasi Kesehatan Dunia, kasus virus corona pertama yang dikonfirmasi di China yakni pada 8 Desember 2020. Laporan yang diterbitkan dalam jurnal medis The Lancet oleh dokter China dari Rumah Saki Jinyintan di Wuhan yang merawat beberapa pasien paling awal. Ia menyebut tanggal infeksi pertama yang diketahui pada 1 Desember 2020.
Dokter Ai Fen yang menjadi dokter pertama yang menangani virus corona mengatakan, tes menunjukkan seorang pasien di Rumah Sakit Pusat Wuhan didiagnosis pada 16 Desember setelah tertular penyakit dari sumber yang tidak diketahui.
Laporan sebelumnya mengatakan bahwa meskipun dokter di kota China mengumpulkan sampel dari kasus yang dicurigai pada akhir Desember, tapi mereka tidak dapat mengonfirmasi temuan mereka karena terhambat oleh birokrasi. Mereka harus mendapatkan persetujuan dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) China yang memakan waktu berhari-hari.
Para dokter pun diperintahkan untuk tidak mengungkapkan informasi tentang penyakit baru itu kepada publik. Hingga 11 Januari 2020, Otoritas Kesehatan Wuhan masih mengklaim hanya ada 41 kasus yang dikonfirmasi.
(Dewi Kurniasari)