"Bahkan yang menjadikan itu bercanda bisa jadi sudah stres atau bingung, sehingga membuatnya menjadi becandaan untuk memecah ketegangan," tuturnya.
Lalu, orang yang menjadikan virus corona sebagai bahan bercandaan hanya sekedar iseng atau menutupi rasa takut? Menurut Psikolog Sani, bisa jadi dua-duanya. Sebenarnya wajar atau tidak tergantung persepsi orang.
"Kalau dampaknya lucu, bisa menyegarkan situasi tanpa harus menyindir atau merugikan orang lain sih oke. Tapi kalau bercandanya keterlaluan dan tidak pada tempatnya, menurut saya malah meresahkan," pungkasnya.
(Helmi Ade Saputra)