3. Meringankan depresi ringan
Kekurangan sinar matahari dapat menyebabkan kondisi yang disebut gangguan afektif musiman (SAD). SAD adalah bentuk dari depresi yang umum di bulan-bulan musim dingin. Hal serupa juga terjadi pada orang yang bekerja berjam-jam di gedung perkantoran dan jarang keluar untuk berjemur.
Nah, paparan sinar matahari pagi yang pas dapat meningkatkan kadar antidepresan alami di otak loh! Yang sebenarnya dapat membantu meringankan depresi ringan dan bentuk-bentuk lain dari depresi ringan. Sebab otak memproduksi lebih banyak serotonin, hormon yang berhubungan dengan suasana serta perasaan hati yang baik.
4. Meningkatkan kualitas tidur
Saat sinar matahari mengenai mata kita, sebuah pesan dikirim ke kelenjar pineal di otak dan produksi melatonin (hormon yang membuat kita mengantuk dan membantu tidur) ditutup sampai saat matahari terbenam lagi. Maka tubuh kita mendapat sinyal jelas bahwa ini bukan lagi malam hari, sehingga ini membantu mempertahankan ritme sirkadian yang normal.
Ketika gelap di luar, tubuh mendapatkan sinyal lagi dan kita jadi merasa lelah dan mengantuk pada waktu tidur. Rendahnya tingkat produksi melatonin pada malam hari karena kelebihan produksi di siang hari terkait dengan kualitas tidur yang buruk loh! Terutama pada orang dewasa
5. Menyehatkan tulang
Bukan rahasia lagi jika vitamin D sangat dibutuhkan untuk kesehatan tulang. Vitamin D begitu penting, sebagai komponen yang membantu tubuh bisa menyerap kalsium. Tidak hanya berlaku untuk orang dewasa, tapi juga anak-anak.
Kekurangan vitamin pada anak-anak telah terbukti menyebabkan rakhitis, penyakit yang ditandai oleh tungkai busur dan kelainan bentuk tulang lainnya. Sementara untuk orang dewasa, seiring bertambahnya usia, kita secara bertahap kehilangan kepadatan tulang yang mana prosesnya dimulai pada usia 35tahun.
Namun, dengan paparan sinar matahari pagi dan Vitamin D, kita bisa mengurangi risiko osteoporosis dan patah tulang hanya dengan menyempatkan waktu untuk berjemur di pagi hari.
(Helmi Ade Saputra)