Dia melanjutkan, kegiatan belajar mengajar yang dilakukan di sekolah memang tidak lepas dari peran orang dewasa, baik itu guru maupun orang tuan. "Dan itu punya potensi peningkatan intensitas antara orang dewasa," tutur dia.
Karenanya, dengan sekolah ditutup kegiatan belajar mengajar dilakukan di rumah, kurangi kegiatan di luar. "Kita tidak tutup jakarta, tapi masyarakat harus ambil sikap bertanggung jawab," tukasnya.
Sekadar informasi, keputusan yang diambil Pemprov DKI Jakarta ini dilakukan setelah adanya usulan dari beberapa dokter, termasuk perwakilan dari WHO lewat teleconference.
Selain menutup semua sekolah, ujian nasional yang sedianya dilangsungkan Senin besok juga ditunda.
(Martin Bagya Kertiyasa)