CUACA ekstrem yang terjadi di Indonesia memang cukup berakibat buruk pada kesehatan kita. Bukan hanya ketika kehujanan, tapi ketika kita kepanasan.
Paparan sinar matahari secukupnya masih tergolong aman, malah justru bermanfaat. Vitamin D yang tubuh Anda produksi sendiri dari paparan sinar matahari sangat diperlukan untuk menjaga kesehatan tulang. Tapi, tidak dengan sinar matahari terik.
Sinar matahari yang terik bisa meningkatkan risiko Anda terhadap kanker kulit yang berbahaya loh. Lantas, bagaimana cara kita menghindari sinar matahari? Masa harus payungan sepanjang hari.
Nah, berikut ini beberapa tips yang bisa Anda contoh untuk menghindari risiko terbakar sinar matahari saat sedang asyik beraktivitas.
Sinar matahari juga dapat membantu menurunkan risiko Anda terhadap kanker melanoma atau kanker kulit. Vitamin D dari sinar matahari bahkan bisa membantu Anda menurunkan berat badan, seperti disarikan dari Hellosehat.com.
Hanya berjemur di waktu tertentu
Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Anda hanya perlu berjemur matahari setidaknya 5 sampai 15 menit di lengan, tangan, dan wajah, untuk dua sampai tiga kali dalam seminggu tanpa menggunakan tabir surya. Waktu berjemur yang direkomendasikan untuk wilayah Indonesia adalah mulai pukul 10 pagi hingga jam 2 siang.
Batasi waktu tubuh terkena sinar matahari, terutama antara pukul 10 pagi dan maksimal hingga pukul 4 sore. Di luar dari waktu ini, berteduhlah di bawah bayangan, pakai payung, atau mampir ke tempat tertutup yang sejuk. Jika Anda akan panas-panasan untuk waktu yang lama, lindungi diri Anda dengan pakaian lengan panjang dan topi.