Di satu sisi, tim peneliti menyadari bahwa penelitian mereka terbatas. Termasuk bahwa kemungkinan beberapa kasus yang lebih parah lebih mungkin untuk dilaporkan dan kasus model ini mungkin memiliki periode inkubasi yang berbeda dibandingkan dengan kasus yang ringan.
Penelitian dari tim peneliti Johns Hopkins Bloomberg School of Public Health ini sendiri senada dengan perkiraan dari WHO selaku Badan Kesehatan Dunia, yang memperkirakan bahwa virus ini memiliki masa inkubasi satu hingga 14 hari, paling umumnya sekitar lima hari. Penelitian sebelumnya, termasuk satu yang diterbitkan di dalam New England Journal of Medicine pada akhir Januari 2020 lalu, juga mencapai kesimpulan yang sama tentang waktu inkubasi.
Sementara itu, perkembangan terakhir menyebutkan sejak merebak di Wuhan pada sekitar Desember 2019 lalu pertama kalinya di Wuhan, Provinsi Hubei, China, virus korona COVID-19 telah menyebar ke semua benua kecuali Antartika. Lebih dari 3.800 orang di berbagai penjuru dunia dalam 111.000 kasus telah menjadi korban jiwa. Namun sudah lebih dari 62.300 orang telah pulih.
(Dewi Kurniasari)