DALAM beberapa hari terakhir, pasien yang positif terkena Virus Korona COVID-19 di Indonesia bertambah banyak. Salah satu penyebabnya, adalah lantaran mereka tertular di negara yang memang sudah terjangkit sebelumnya.
Sejauh ini, ada empat negara dengan kasus virus korona/Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) tertinggi. Antara lain China, Korea Selatan, Italia dan Iran.
Sebelum masuk Indonesia pun, penumpang harus menjalani pemeriksaan kesehatan berlapis, dengan thermal scanner pasif (yang ditempatkan di pintu masuk dan keluar) dan dengan thermal scanner mobile.
Juru Bicara Penanganan Korona COVID-19, Achmad Yurianto, menjelaskan ada dua alasan kenapa orang tersebut tidak terdeteksi di bandara.
"Pertama, bisa jadi karena belum ada gejala, dan belum melalui masa inkubasi," tutur dia di Kantor Staf Presiden (KSP).
"Lalu yang berikutnya apakah karena dia minum obat, seperti obat penurun panas sehingga tidak terdeteksi," tambah dia.
Oleh karena itu, pemerintah pun menerapkan prosedur pencegahan penyebaran virus korona meliputi melengkapi Kartu General Declaration (Gendec), melaporkan penumpang yang dicurigai terpapar karena virus corona, memberikan kartu kewaspadaan (alert card). "Karena itu tracing penting, karena kebanyakan menular dari jarak dekat." tutur dia.
Sebelumnya, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) telah membuat Komite FAL (Fasilitasi) Nasional guna meningkatkan koordinasi stakeholder penerbangan untuk memastikan telah menjalankan pengawasan sesuai prosedur.
Pengawasan dilakukan untuk mencegah masuknya virus korona ke Indonesia melalui Bandara dan Pelabuhan Internasional telah dilakukan secara optimal sesuai prosedur yang ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan melalui Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) yang ada di Bandara maupun Pelabuhan.
Prosedur pencegahan penyebaran virus korona meliputi melengkapi Kartu General Declaration (Gendec), melaporkan penumpang yang dicurigai terpapar karena virus corona, memberikan kartu kewaspadaan (alert card) sebelum kedatangan dengan memastikan penumpang melakukan pelaporan kepada petugas kesehatan di bandara, serta memberikan pengumuman di dalam pesawat.
(Martin Bagya Kertiyasa)