Yuri menyebutkan, kasus penyebaran virus korona/ COVID-19 terjadi pergeseran, jika dibandingkan dengan kasus penyebaran pertama di Wuhan, China. Tak sedikit pasien yang terpapar virus korona/COVID-19, kini tak lagi mengalami gejala berat. Seperti yang biasanya terjadi adalah demam, batuk, hingga sesak napas.
"Ini artinya bahwa mobilitas penderita dengan COVID-19 di dalam tubuhnya, tidak terdeteksi di pintu masuk negara manapun. Kita tahu deteksi yang dilakukan oleh negara lainnya mengandalkan thermal scan atau thermal gun," ucapnya.
(Dewi Kurniasari)