KASUS penyebaran virus korona/Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) terjadi pergeseran, jika dibandingkan dengan kasus penyebaran pertama di Wuhan, China. Hal itu dikatakan oleh Juru Bicara Nasional Kasus COVID-19 dr Ahmad Yurianto.
Yuri menjelaskan, tak sedikit pasien yang terpapar virus korona/COVID-19, kini tak lagi mengalami gejala berat. Seperti yang biasanya terjadi adalah demam, batuk, hingga sesak napas.
"Tetapi gejala yang muncul panasnya tidak tinggi, batuk tidak kelihatan sekali, bahkan ada beberapa laporan yang tidak menunjukkan gejala atau asimtomatik," ucapnya saat Press Conference di Kantor Staf Presiden, Kamis (4/3/2020).
Kondisi itu, sambung Yuri, dimaknai bahwa virus korona/COVID-19 yang masuk ke dalam diri seseorang, tidak sempat mereplikasi atau beranak pinak.
"Kalau bisa beranak-pinak jadi banyak pasti orang itu akan panas, kalo ada di saluran pernasan dalam jumlah banyak, pasti mengacu pada lendir dan batuk, kalo masuk di napas bawah itu, jadi gagal napas atau pneumonia," terangnya.