SEJAK dua orang Indonesia positif terindetifikasi oleh virus Korona COVID-19, masyarakat pun semakin waspada. Apalagi, bagi mereka yang mengalami flu, batuk dan demam yang jadi ciri-ciri awal Korona.
Beberapa ciri-ciri awal Korona adalah demam di atas 37,7 derajat Celcius, nyeri hebat pada otot dan persendian, merasa lelah dan lemah dalam kondisi yang cukup parah, kulit menjadi hangat, memerah, mata merah dan berair, mengalami panas dingin, sakit kepala, batuk kering, sakit tenggorokan dan pilek.
Virus tersebut pun dapat merusak kinerja paru-paru yang menyebabkan pneumonia, yaitu peradangan akibat virus serta mikroorganisme lain. Selain itu, pertukaran oksigen menjadi sulit dan pengidapnya akan mengalami kegagalan pernapasan.
Konsultan Pulmonologi FKUI-RSCM, Dr. dr. Cleoplas Martin Rumende, SpPD, K-P, FINASIM, FCCP, mengatakan, gejala umum virus korona adalah batuk, pilek, demam dan sakit tenggorokan.
Pasien dengan infeksi akut atau berat akan timbul keluhan seperti sesak, batuk, demam dan ngos-ngosan. Gejala dari penyakit tersebut umumnya ringan dan tidak menimbulkan komplikasi.
Tapi, tim peneliti yang melakukan observasi pada 6 anggota keluarga, saat melakukan perjalanan ke China pada 15-16 Januari, menemukan salah satu dari 6 anggota keluarga tersebut dan tidak menujukan gejala terjangkit virus Korona.
Saat melakukan pemeriksaan paru-paru terlihat ada gangguan pernapasan yang dialami. Padahal, ia tidak mengalami gejala umum seperti demam, flu, dan batuk.