Perubahan Penyebaran Jadi Alasan Banyak Negara Kebobolan COVID-19

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis
Rabu 04 Maret 2020 23:18 WIB
Pola penyebaran virus Korona berubah
Share :

PENEMUAN dua warga Depok, Jawa Barat yang positif terinfeksi virus korona (COVID-19) telah menggegerkan masyarakat Indonesia. Penyebaran COVID-19 di Indonesia baru diketahui pada 3 Maret 2020.

Juru Bicara Terkait Wabah Virus Korona COVID-19, Achmad Yurianto mengatakan perubahan penyebaran penyakit menjadi alasan utama banyak negara kebobolan untuk dalam upaya filtrasi COVID-2019. Padahal, sejumlah pengamanan menggunakan thermal scanner telah dilakukan di bandara untuk mencegah penyebaran.

“Inkubasi lebih lama dari 1x14 hari, infeksi terjadi dengan gejala minimal atau tanpa gejala sama sekali. Ini yang membuat penyebaran cluster Amigos Caffe tidak terdeteksi di bandara, karena tanpa keluhan,” terang dr. Yuri dalam jumpa pers di Gedung Kemenkes, Rabu (4/3/2020).

Di sisi lain, dr. Yuri mengatakan penyebaran COVID-19 di Indonesia masuk ke dalam second wave (kejadian di luar China). Tak hanya di Indonesia, 20 negara lainnya juga ikut melaporkan kejadian COVID-19 dalam jangka waktu yang dekat.

“Second wave justru sedang naik, seperti Korea Selatan, Jepang dan Italia. Ada 20 negara yang melaporkan munculnya kasus korona. Padahal semua negara telah memperketat pengamanan tapi tetap lolos,” tuntasnya.

(Muhammad Saifullah )

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya