Sementara itu, Dekan FTUI Dr Ir Hendri DS Budiono, MEng, menambahkan, tentu saja penelitian ini belum masuk ke dalam tahapan klinis. Sebab Indonesia baru mengumumkan pasien positif korona COVID-19, pada Senin 2 Maret 2020.
"Akan tetapi, hasil penelitian ini tentu sangat menjanjikan untuk dikembangkan menjadi alternatif obat dari Indonesia. (Fungsinya) untuk menyembuhkan maupun mengurangi perkembangan virus korona tidak hanya di Indonesia tetapi juga ke negara lain,” kata Hendri.
(Dewi Kurniasari)