Yuri menegaskan, pihaknya akan berkoordinasi dengan Pemda terkait kasus COVID-19 ini agar tidak ada informasi yang malah nanti akan membuat masyarakat bingung dan situasi menjadi tidak kondusif.
"Kami akan koordinasikan lagi dengan pemerintah daerah agar sekali lagi bahwa pada ranah medis biarkan pihak medis yang mengumumkan. Saya takutnya nanti bias gak karu-karuan," tambahnya.
Sebelumnya, terdapat informasi yang menjelaskan bahwa ada kasus suspect di Cianjur. Pasien ini tiga hari dirawat di RS Dr. Hafiz (RSDH) Cianjur, Jawa Barat. Pasien kemudian meninggal dunia pada Selasa (3/3) pukul 04.00 WIB.
Kemenkes pun menegaskan bahwa pasien suspect ini negatif COVID-19 dan meninggal bukan karena virus korona COVID-19.
(Helmi Ade Saputra)