Nah, ini juga yang diduga Yuri menjadi alasan kenapa COVID-19 menyebar luas ke mana-mana. Sebab, orang yang positif dengan gejala sangat minim bahkan tidak terlihat akan bebas dari 'thermal sceaner'.
"Penyebarannya jadi cepat karena orang yang positif COVID-19 tidak tampak gejalanya dan thermal scanner tidak mampu mendeteksi suhunya, karena alat ini di-setting hanya pada suhu 37,5 derajat celsius," sambungnya.
Kondisi ini juga yang terjadi di Indonesia. Dua pasien positif COVID-19 tertular WN Jepang yang berkunjung ke Indonesia pada 14 Februari 2020. "Riwayat kesehatan WN Jepang ini ternyata dia tidak sakit, dia tidak panas. Dia tidak menunjukan gejala COVID-19," terang Yuri.
Karena itu, ia menyarankan agar masyarakat semakin aware dengan kesehatan dan kebersihan tubuhnya. Jangan pernah malas untuk cuci tangan, menggunakan masker jika Anda sedang sakit, dan menjalankan gerakan masyarakat hidup sehat (Germas) untuk mencegah penularan COVID-19.
(Martin Bagya Kertiyasa)