Cuci tangan dianggap salah satu kunci mencegah penyebaran virus korona COVID-19. Namun, beberapa di antara kita menganggap bila tangan masih kelihatan bersih, maka tidak perlu Cuci tangan. Padahal, tangan yang terlihat bersih bukan jaminan bahwa tidak ada bakteri atau virus berkumpul di situ.
Selama ini bahkan masih banyak di antara kita yang menganggap, mencuci tangan setiap saat dan berkali-kali bisa membuat Anda dicap menderita gangguan kejiwaan, begitu diungkap dalam buku “101 Mitos Kesehatan” dari Nutrifood Research Center, terbitan Gramedia.
Namun, tangan yang terlihat bersih belum tentu bebas kuman. Penelitian menunjukkan, tangan yang bersentuhan dengan objek-objek atau benda-benda di tempat umum (misalkan tempat duduk dan pegangan pintu) memuat berbagai jenis mikroba, termasuk bakteri yang umum pada tinja.
Hal ini diungkap dalam “The effect of handwashing with water or soap on bacterial contamination of hands”, International Journal of Environmental Research and Public Health, 2011.
Di dalam laporan riset tersebut juga dijelaskan bahwa mencuci tangan dengan air bersih bisa mengurangi keberadaan bakteri hingga 23% (atau 8%, bila Anda mencuci tangan memakai sabun).