Dia menjelaskan, 143 spesimen yang diperiksa Kemenkes itu merupakan akumulasi dari Januari sampai Sabtu (29/2/2020). Semua dinyatakan negatif setelah melalui pemeriksaan laboratorium.
Dalam kesempatan ini, Yuri, sapaan akrabnya, menerangkan bahwa kebanyakan dari pemilik spesimen ternyata mengalami flu babi atau H1N1. Namun, angka pastinya Yuri tidak menjelaskan.
"Kebanyakan dari pasien yang diambil spesimennya itu diketahui mengalami H1N1, bukan COVID-19," ungkapnya.