Sementara itu, menurut Sabran Klein, seorang ilmuwan yang mempelajari perbedaan jenis kelamin dalam infeksi virus dan respons vaksinasi dari The Johns Hopkins Bloomberg School of Public Health, laki-laki lebih lemah imunitasnya dalam mengahadpi infeksi.
"Ini adalah pola yang sudah sering kami lihat pada kasus infejsi virus pada saluran pernapasan. Kami juga lihat bahwa perempuan memang lebih baik dalam hal melawan virus," katanya, dilansir Okezone dari New York Times. Tidak hanya itu, Klein juga melihat, perempuan memiliki respons imun yang lebih kuat pasca vaksinasi.
Namun, Dr. Janine Clayton, direktur kantor dari Research on Women's Health di National Institute of Health, menerangkan bahwa meski perempuan sistem imunnya kuat, mereka malah lebih rentan mengalami masalah autoimun.
"Perempuan jauh lebih rentan mengalami masalah autoimun, seperti rheumatoid arthritis dan lupus, yang mana sistem kekebalan bergeser menjadi overdrive dan menyerang organ dan jaringan tubuh sendiri," katanya.
(Helmi Ade Saputra)