Meski begitu, Bupati Rapidin tidak memungkiri bahwa dengan adanya isu COVID-19 ini, akan memengaruhi target kunjungan wisatawan mancenagara ke Danau Toba. Karenanya, dalam lima tahun terakhir wisatawan asal China lah yang diketahui paling banyak berwisara ke daerah tersebut.
Namun lewat rangkaian event wisata yang dihelat di kawasan Danau Toba, Sumatera Utara, wiman bakal tertarik datang, meski heboh COVID-19. Seperti HSF 2020 yang bakal dihelat dalam waktu dekat.
Bupati Rapidin optimis target 500 ribu wisman sepanjang acara HSF 2020 ini dapat terpenuhi. Hal ini tidak terlepas dari tren positif yang ditunjukkan oleh wisatawan asal Singapura dan Malaysia.
"Dari segi angka, jumlah wisman tahun lalu itu berkisar 45 % dari total 420 ribu. Kebanyakan memang dari Australia, Eropa, China, Malaysia, Singapura, ada juga dari Jepang. Tapi belakangan kunjungan wisman dari Malaysia dan Singapura ini terus meningkat, jadi kami tetap optimis target akan terpenuhi," ungkapnya.