Dalam studi dari Universitas Teknologi Dresden juga menemukan, jika seseorang dengan sensitivitas yang lebih tinggi terhadap bau, cenderung memiliki hubungan seks yang lebih menyenangkan. Kemudian perempuan dengan indera penciuman yang lebih baik, lebih sering orgasme selama hubungan seksual.
Selain itu, Prod Carl mengatakan, kehilangan indra penciuman merupakan salah satu faktor risiko untuk mati muda. Ia meneliti lebih dari 3.000 orangtua dengan disfungsi penciuman.
Ditemukan bahwa tingkat kematian mereka yang mengalami anosmia (kelainan indera penciuman), empat kali lebih tinggi daripada mereka yang memiliki indera penciuman normal. Anosmia dapat disebabkan oleh hal-hal lain, seperti trauma kepala, diabetes, penyakit paru obstruktif kronik (PPOK) dan penyakit kronis lainnya serta cedera.
(Dewi Kurniasari)